Distribusikan BBM,Pertamina : Masyarakat Harus Ikut Mengawasinya

 Sonora Pontianak,  25-01-2019 20:49:43

  

SNR – Pontianak, Jum’at (25/1/2019) PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbarteng mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan.
Hal tersebut di sampaikan Marketing Branch Manager Pertamina Kalbarteng, Muhammad Ivan Syuhada.

“Kami minta dukungan pengambil kebijakan dan instansi terkait serta pada masyarakat ikut mengawasi distribusi BBM subsidi dan elpiji subsidi agar tepat sasasran dan tidak terjadi penyelewengan”, sebutnya Jum’at (25/1/2019) siang.

Menurut dia, tanpa dukungan semua pihak akan sulit bagi Pertamina untuk memantau Kalbar dan Kalteng yang sangat luas dalam pendistribusian BBM, sehingga perlu dukungan semua agar distribusi BBM dan elpiji subsidi tepat sasaran serta tidak terjadi penyelewengan.

Selain itu, Ivan menambahkan, pihaknya siap memberikan sanksi jika ada pihak pengelola atau pemilik SPBU yang melakukan pelanggaran.

“sanksinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan diberikan secara bertahap mulai dari surat peringatan hingga penutupan SPBU tersebut,” ungkapnya.

Ivan menambahkan, Pertamina selalu melakukan pengawasan terhadap pendistribusian BBM di setiap SPBU, pengawasan yang dilakukan juga bekerjasama dengan pihak terkait seperti kepolisian dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Pihak pertamina sendiri juga selalu melakukan Edukasi kepada Masyarakat mengenai pendistribuasian BBM agar tepat sasaran.

“Selain itu, kami juga terus mengedukasi masyarakat terkait penggunaan dan pendistribusian BBM di tengah masyarakat agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen dalam pengawasan, pertamina dan aparat penegak hukum tidak akan segan member sanki bagi okum yang melakukan penyelewengan terhadap BBM.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni menyatakan, pihaknya telah meringkus dua penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium secara ilegal di SPBU Jalan Imam Bonjol Pontianak, Rabu (9/1) sekitar pukul 01.30 WIB.

Kedua tersangka tersebut yakni Jum (34) sebagai pembeli, dan Muh (23) Asisten Manajer SPBU di Jalan Imam Bonjol Pontianak.

Bila terbukti bersalah kepada tersangka diancam pasal 55 sub pasal 53 jo pasal 23 UU RI No. 22/2001 tentang penyelewengan minyak dan gas bumi, dan dapat diancam paling lama lima tahun penjara, serta denda maksimal Rp30 miliar, Terang Husni.

Tags: , , , ,

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN