92 Orang Nelayan Di Kota Singkawang Terima Bantuan Paket Konverter Kit BBM Ke BBG

 Sonora Pontianak,  22-10-2018 15:55:05

  

Singkawang, SNR – Sebanyak 92 nelayan kecil di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat diberikan bantuan paket konverter kit, yakni konversi BBM ke BBG (bahan bakar gas) program kemitraan Kementerian ESDM, Komis VII DPR RI, dan Pertamina Wilayah Kalbar.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM, Alimuddin Baso saat menghadiri acara tesersebut di Singkawang, Minggu (21/10/18) berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan perekonomian nelayan.

“Kami berharap dengan diberikannya bantuan paket konverter kit ini, maka bisa meringankan biaya operasional nelayan, sehingga bisa meningkatkan perekonomian para nelayan di Singkawang, dan Kalbar umumnya,”

Ia juga berharap, agar para nelayan Singkawang untuk menjaga dan mempergunakan sebaik-baiknya paket bantuan konverter kit tersebut, sehingga bisa bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian para nelayan Singkawang.

Amiludin Baso juga mengatakan bahwa program kemitraan terebut juga diberikan kepada para nelayan di Kabupaten Mempawah.

“Sebelumnya, kami juga memberikan bantuan paket konverter kit bagi 214 nelayan di Kabupaten Mempawah, dan menyusul di Singkawang ini. Sementara untuk di seluruh Indonesia sekitar 25 ribu unit yang tersebar di sebanyak 55 daerah, termasuk di Kalbar,” ujarnya.

Nelayan yang mendapat bantuan tersebut memang ada kriterianya, salah satunya nelayan kecil yang memang sangat membutuhkan bantuan, yakni nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).

Bantuan paket konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung elpiji tiga kilogram dan aksesoris pendukung lainnya.

Program ini juga menjadi wujud komitmen dalam mendukung upaya pemerintah untuk semakin mensejahterakan kehidupan nelayan kecil dan mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia, karena dengan menggunakan bahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional hingga Rp50 ribu per harinya.

“Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi nelayan kecil, apalagi penggunaan elpiji sebagai bahan bakar dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi gas dari penggunaan BBM,” tutupnya.

 

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN