Komunitas Mata Kita KalBar Gelar Diskusi, "Memenagkan Akal Sehat Ditengah Perang Tagar Antar Pendukung Capres"

 Sonora Pontianak,  13-09-2018 07:53:54

  

Audiens sedang mendengarkan pemaparan panelis

Pontianak,SNR. Diskusi Anak Jalanan Kaum Muda yang di gelar oleh Komunitas Mata Kita Kalbar bekerja sama dengan BEM FEB Untan  pada selasa (11/09/2018) malam direspon antusias oleh peserta yang hadir,rastusan peseta merupakan dari kalangan generasi milenial.

Dalam diskusi yang mengangkat tema “Memenangkan Akal Sehat Di Tengah Perang Tagar Antar Pendukung Capres” tersebut menghadirkan panelis yang juga merupakan gerasi milenial .

Saat ini dunia maya sedang dihebohkan dengan perang tagar antara dua pendukung capres yang tentunya menimbulkan dampak didalam kehidupan bermasyarakat.

Hadirnya Komunitas Mata Kita Kalbar ditengah tengah carut marut perang tagar tersebut sejatinya untuk berbagi informasi dalam sebuah diskusi yang dikemas secara santai namun memberikan eduksai terhadap masyarakat khususnya mahasiswa yang merupakan generasi milenial bahwa betapa pentingnya menyikapi berbagai isu dengan akal sehat terlebih isu tersebut merupakan isu politik .

Jalannya diskusi semakin menarik ketika para audiens turut bertanya dan memberikan opininya sebagai generasi milenial mengenai panggung politik.

Rektor Balai Kopi Abdul Qodir Jailani yang juga selaku moderator dalam diskusi mengatakan ingin membangun kesadaran dibenak para audiens bahwa pertarungan politik 2019 merupakan pertarungan politik elektoral yang mana  antar kubu memiliki kepentingan yang terkait dengan elit yang bertarung dan sangat sedikit memiliki kepentingan terhadap masyarakat.

“kesimpulannya adalah kami ingin menbangun kesadaran bahawa peratrungan politik 2019 merupakan pertarungan politik elektoral yang mana konfirgurasi antar kubu sangat ditentukan kepentingan yang terkait dengan elit yang bertarung dan sedikit sekali berbicara tentang rakyat oleh sebab itu rakyat yang sebagai pemilih jangan terjebak dalam permusuhan dari peristiwa politik ini”jelasnya.

Dalam diskusi yang menyasar kaum milenial khususnya dilingkungan kampus tersebut, generasi terdidik diajak untuk membuka pola pikir yang cerdas terkait dengan isu politik yang berjalan saat ini sehingga jangan sampai kaum terdidik dapat dengan mudah di tunggangi oleh elit politik dalam panggung politik.

selain itu Abdul Qodir Jaelani juga mengatakan dalam proses memilih masyarakat terbelah dua berdasarkan aspek.

Berdasarkan aspek koknitif yaitu masyarakat memilih melalui proses berfikir dan menganalisa berbasiskan data dan argumentasi,sementara dari aspek afektif masyarakat memilih berdasarkan emosional.

”memilih itu atau membuat keputusan itu masyarakat ini terbelah dua gitu,ada yang melibatkan aspek koknitifnya melaui proses berfikir menganalisa menimbang mencermati berdasarkan data dan argumentasi tapi ada juga masyarakat yang berdasarkan afektif atau afeksi yang di sentuh sisi emosionalnya gitu, dia memilih bukan karna rasional yang dia punya atau akal sehatnya gitu tapi karna sentimen” tambahnya.

Generasi milenial terdidik di lingkungan kampus diharpakan dapat berfikir secara cerdas dalam mengikuti jalannya proses politik terlebih lagi dalam menentukan pilihan serta dapat dengan cerdas menyaring semua informasi mengenai politik.

 

 

 

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN